h1.post-title, .post h1 #Blog1 h1, #Blog2 h1 { font-size:1.5em; }

Selasa, 15 Mei 2012

Riwayat Arief Gossin dan Karyanya


Seniman-seniman indonesia terkenal akan karya-karyanya yang melegenda akan tetapi banyak yang sudah tidak bersinar lagi sekarang... Nah sekarang saya akan menceritakan riwayat hidup seorang seniman makassar yang berkarya sejak dulu hingga sekarang.

Nama Arief Gossin siapa yang kenal beliau ?? pasti hanya sebagian yang sering membaca koran atau hanya seniman-seniman lainnya... hehehehe kalau di tanya ke anak muda sekarang pasti tidak bakal ada yang tahu ! hahaha.... Beliau lahir di Makassar pada tanggal 8 Agustus 1942(waahh masih zaman jepang tuh guys!), Beliau dulunya tinggal di daerah Kabupaten Gowa yang lebih tepatnya di desa Pa’gentungan. Di desa beliau lebih sering di kenal dengan nama Ari’ loh. Setelah kondisi makassar udah mulai aman beliau kembali ke makassar dan mendaftar di HCS(pasti kagak tau singkatannya! HCS artinya Holland Chinese School) yah kalo sekarang seh seperti SD atau sekolah dasar, lalu beliau melanjutkan sekolah di SMP dan SMA Frater Katolik hingga tamat.

Beliau sempat pula mengenyam pendidikan bangku kuliah Fakultas Sastra Unhas namun terhenti karena kendala biaya sehingga beliau mencari biaya hidupnya sendiri di surat kabar lokal yang bernama “pedoman rakyat” dan menjabat sebagai wartawan dan redaktur pelaksana antara tahun 1970-1988. Akan tetapi karirnya sempat terhenti karena tuduhan yang di jatuhkan bahwa beliau merupakan aktivis “G30S/PKI” atas fitnah tersebut beliau diberhentikan secara mendadak tanpa pembelaan.

Beliau memperkuat bahasa Inggris dan Jerman saat kuliah di ABA “Atmajaya” Makassar terutama dalam hal writing. Beliau juga mempelajari bahasa Prancis dan Belanda secara otodidak sejak tahun 1993.
Nah berikut karya-karya beliau sejak tahun 1960-2012:
1.    1960 : Menulis cerpen, artikel, puisi, cerita anak-anak
2.    1970-1971 : berkarya di majalah sastra “Horison”
3.    2004 : Roman “Darah dan Peluru di Desa Tercinta”
4.    2004 : G30S Roman Jatuhnya Rezim Soekarno
5.    2007 : Emmy Saelan menyerahlah!
6.    2012(belum sempat terbit) : Benteng Somba Opu, Pong tiku Pejuang, Siri’na pacce Kahar Muzakkar, Gema Revolusi Sulawesi Tengah, Perlawanan Rakyat Bone, Perlawanan Rakyat Mandar, Bara dan Api Revolusi 45 di SULSEL, Darah dan Peluru di Krueng Jamboaye Aceh, Ranggong Dg Romo, Mongisidi Pejuang, dan karya lain berbentuk cerpen.  

     
            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar